Infotainment Haram

maucaridika.wordpress.com – Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia menghasilkan tujuh fatwa baru atas sejumlah permasalahan. Fatwa ini disampaikan semalam, Selasa 27 Juli 2010 di Jakarta.

maucaridika - Infotainment Haram
maucaridika - Infotainment Haram

maucaridika.wordpress.com – Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia menghasilkan tujuh fatwa baru atas sejumlah permasalahan. Fatwa ini disampaikan semalam, Selasa 27 Juli 2010 di Jakarta.

Berikut tujuh fatwa itu:

1. Membolehkan asas pembuktian terbalik dalam kasus hukum tertentu misalnya untuk pembuktian kekayaan seseorang yang diduga diperoleh secara tidak sah

Tentang asas pembuktian terbalik dalam tindak pidana tertentu, para penegak hukum diminta menangani dan mengadili perkara korupsi sekalipun hanya dengan pendekatan pembuktian terbalik ini. Selain itu, perlu revisi peraturan perundangan agar dimungkinkan sistem pembuktian terbalik untuk menegakan kemaslahatan umum.

2. Membolehkan pilot yang sedang bertugas tidak berpuasa di bulan Ramadan. Bagi yang terbang terus-menerus dapat mengganti puasa dengan fidyah, sementara yang temporal bisa mengganti dengan puasa di lain hari;

3. Mengharamkan kawin kontrak atau nikah wisata;

4. Operasi ganti kelamin tanpa ada alasan alamiah dalam diri yang bersangkutan sesuai regulasi Kementerian Kesehatan diharamkan. Pengharaman ini juga berlaku bagi tenaga medis yang melakukan. Namun MUI membolehkan penyempurnaan alat kelamin;

Tentang penggantian dan penyempurnaan alat kelamin, fatwa tentang puasa bagi penerbang atau pilot, serta fatwa tentang Bank Air Susu Ibu (ASI) dan Bank Sperma serta serta fatwa tentang pencangkokan atau transplantasi organ tubuh. “Pencaangkokan dimungkinkan dari muslim ke non muslim jika ada hajat untuk itu,” paparnya.

5. Mengharamkan donor sperma dan bank sperma. Namun Bank Air Susu Ibu dibolehkan;

6. Mengharamkan donor organ jika pendonor masih hidup. Pendonor harus sudah meninggal, sukarela dan tidak komersial. Sementara donor organ binatang dibolehkan jika tak ada pilihan lain.

7. Mengharamkan pemberitaan, penyiaran dan penayangan aib orang. Pengecualian hanya demi kepentingan umum seperti untuk penegakan hukum.

Awalnya fatwa infotainment ini tidak masuk dalam tujuh rekomendasi fatwa namun akhirnya dibahas karena banyaknya desakan MUI daerah. Dalam mengharamkan infotainment ini, MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meregulasi tayangan infotainment untuk menjamin hak masyarakat memperoleh tayangan bermutu dan melindunginya dari hal-hal negatif.

Selain itu, Lembaga Sensor Film (LSF) diminta proaktif untuk menyensor tayangan infotainment guna menjamin terpenuhinya hak-hak publik dalam menikmati tayangan bermutu. Fatwa lain yang diharamkan antara lain nikah wisata karena memiliki waktu terbatas atau nikah muaqqat. “Nikah wisata haram walau memenuhi syarat karena diniatkan untuk sementara,” kata Niam.

Terkait fatwa ke tujuh, tayangan infotainment yang mengumbar gosip dan aib dinilai sudah membahayakan masyarakat Indonesia. Karena itu, Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan haram. Kebijakan ini diambil karena tayangan infotainment dianggap mengambil keuntungan setelah menyiarkan aib seseorang.

“Kalangan MUI di daerah-daerah mendesak untuk memfatwakan haram tentang infotainment karena sudah membahayakan masyarakat kita,” kata Ketua MUI Pusat KH Makruf Amin seusai penyampaian fatwa Tim Komisi Fatwa MUI yang dibacakan Dr Asrorun Niam Sholeh di Twin Plaza, Jakarta, Selasa (27/7).

Menurut Makruf Amin yang juga anggota Wantimpres,masyarakat dihimbau untuk tidak menonton tayangan televisiyang menceritakan aib, kejelekan, gosip, dan hal-hal lain terkait pribadi atau khalayak.
“Kita minta pemerintah lakukan regulasi mengatur pelarangan tayangan infotainment seperti ini,”
tegasnya.

Dalam pembacaan Tim Komisi Fatwa, Niam Sholeh menjelaskan bahwa upaya membuat berita yang mengorek dan membeberkan aib, kejelekan, gosip, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi atau khalayak itu haram.
“Menayangkan, menyiarkan, menonton, dan membaca hal tersebut hukumnya haram,” tegas Niam Sholeh.

Begitupun mengambil keuntungan dari berita yang berisi tentang aib, gosip, dan kejelekan termasuk haram.
Namun begitu, kata Niam, menayangkan, menyiarkan serta menonton, membaca atau mendengarkan berita gosip itu yang terkait diperbolehkan jika ada pertimbangan yang dibenarkan secara syar’I, seperti untuk kepentingan penegakan hukum, memberantas kemungkaran, memberi peringatan, menyampaikan pengaduan atau meminta fatwa hukum.

Secara singkat MUI mengharamkan infotainment pada landasan dasar berikut

  1. Sumber berita haram membuka aib diri sendiri
  2. Haram kepada Siapa pun yang meliput aib seseorang
  3. Haram menyebarkan aib seseorang dalam bentuk apapun termasuk media cetak dan elektronik
  4. Haram bagi siapa pun untuk membaca, menonton, dan mendengarkan aib seseorang.
  5. Haram kepada siapa pun mengambil untung dari aib seseorang.

Sumber: vivanews.com dan mediaindonesia.com

Author: maucaridika

married men

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s